<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Mobil Online &#187; ac</title>
	<atom:link href="http://www.pusat-mobil.net/tag/ac/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pusat-mobil.net</link>
	<description>Iklan Mobil Gratis, Ototips, Otosports, dan Berita Seputar Mobil</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 00:13:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mesin prima, AC dingin</title>
		<link>http://www.pusat-mobil.net/mesin-prima-ac-dingin/</link>
		<comments>http://www.pusat-mobil.net/mesin-prima-ac-dingin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 01:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ototips]]></category>
		<category><![CDATA[ac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pusat-mobil.net/?p=4176</guid>
		<description><![CDATA[Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, air condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tidak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa diembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.
Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.
Menurut para ahli di AstraWorld, pada umumnya, kasus seperti di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-4177" title="mesin AC" src="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/10/mesin-AC.jpg" alt="mesin AC" width="200" height="249" />Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, air condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tidak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa diembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.</p>
<p>Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.</p>
<p>Menurut para ahli di AstraWorld, pada umumnya, kasus seperti di atas muncul karena penyetelan RPM (putaran per menit) tidak ideal. Penyetelan yang ideal adalah penyetelan yang menyesuaikan antara putaran mesin dan beban yang harus diangkat mesin.</p>
<p>Beban utama yang harus diangkat mesin adalah berat fisik kendaraan beserta muatannya. Selain itu, yang juga menjadi beban mesin adalah kompresor AC saat dihidupkan. Mesin akan terasa mau mati bila beban tidak sesuai dengan putaran mesin.</p>
<p>Nah, untuk menyesuaikan beban dan putaran mesin itulah penyetelan RPM diperlukan. Idealnya, pada saat idle (AC tidak dihidupkan) kurang lebih 800 RPM. Apabila idle dengan kondisi AC hidup, kurang lebih 900 RPM. Bila penyetelah mesin adalah 800, tetapi AC dihidupkan, mesin akan cenderung mati.<span id="more-4176"></span></p>
<p>Biasanya, saat kendaraan di-tune up, akan selalu dilakukan penyetelan RPM. Ini sudah prosedur standar di setiap bengkel mobil. Hanya, tidak semua mobil membutuhkan penyetelan. Bergantung pada sistem bahan bakar yang digunakan.</p>
<p>Penyetelan akan sangat dibutuhkan pada mobil-mobil yang menggunakan sistem bahan bakar karburator. Pada mobil yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi, ada yang memerlukan penyetelan manual, ada juga yang sudah otomotis dilakukan oleh komputer mesin.</p>
<p>Perlu diingat, penyetelan harus dilakukan secara periodik. Karena, getaran yang ditimbulkan mesin membuat baut setelan RPM berubah, atau mengendur. Sebaiknya penyetelan dilakukan setiap 10.000 km, atau setiap kali di-tune up.</p>
<p>Jadi, jangan lupa untuk tune up mobil Anda secara periodik. Selain RPM akan disetel, juga untuk memeriksa komponen-komponen yang berpotensi rusak. Misalnya, busi, platina, kondensor, van belt, saringan udara, saringan bensin, atau saringan solar pada mobil berbahan bakar diesel. (algooth.putranto@bisnis.co.id)</p>
<p>Algooth Putranto</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.bisnis.com/">Bisnis Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pusat-mobil.net/mesin-prima-ac-dingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Mesin Tak Kuat Saat AC Dihidupkan</title>
		<link>http://www.pusat-mobil.net/jika-mesin-tak-kuat-saat-ac-dihidupkan/</link>
		<comments>http://www.pusat-mobil.net/jika-mesin-tak-kuat-saat-ac-dihidupkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 12:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ototips]]></category>
		<category><![CDATA[ac]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pusat-mobil.net/?p=3907</guid>
		<description><![CDATA[Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, Air Condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa dihembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.
Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.
Pada umumnya, kasus seperti di atas muncul karena penyetelan RPM ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/08/menyalakan-mesin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3908" title="menyalakan mesin" src="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/08/menyalakan-mesin.jpg" alt="menyalakan mesin" width="200" height="245" /></a>Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, Air Condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa dihembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.</p>
<p>Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.</p>
<p>Pada umumnya, kasus seperti di atas muncul karena penyetelan RPM (putaran per menit) tidak ideal. Penyetelan yang ideal adalah penyetelan yang menyesuaikan antara putaran mesin dan beban yang harus diangkat mesin. Beban utama yang harus diangkat mesin adalah berat fisik kendaraan beserta muatannya. Selain itu, yang juga menjadi beban mesin adalah kompresor AC saat dihidupkan. Mesin akan terasa mau mati bila beban tidak sesuai dengan putaran mesin.<span id="more-3907"></span></p>
<p>Nah, untuk menyesuaikan beban dan putaran mesin itulah penyetelan RPM diperlukan. Idealnya, pada saat idle (AC tidak dihidupkan) kurang lebih 800 RPM. Apabila idle dengan kondisi AC hidup, kurang lebih 900 RPM. Bila penyetelah mesin adalah 800, tapi AC dihidupkan, maka mesin akan cenderung mati.</p>
<p>Biasanya, saat kendaraan di tune up, akan selalu dilakukan penyetelan RPM. Ini sudah prosedur standar di setiap bengkel mobil. Hanya, tidak semua mobil membutuhkan penyetelan. Tergantung sistem bahan bakar yang digunakan.</p>
<p>Penyetelan akan sangat dibutuhkan pada mobil-mobil yang menggunakan sistem bahan bakar karburator. Pada mobil yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi, ada yang memerlukan penyetelan manual, ada juga yang sudah otomotis dilakukan oleh komputer mesin.</p>
<p>Perlu diingat, penyetelan harus dilakukan secara periodik. Karena, getaran yang ditimbulkan mesin membuat baut setelan RPM berubah, atau mengendor. Sebaiknya penyetelan dilakukan setiap 10.000 km, atau setiap kali di-tune up.</p>
<p>Jadi, jangan lupa untuk tune up mobil Anda secara periodik. Selain RPM akan disetel, juga untuk memeriksa komponen-komponen yang berpotensi rusak. Misalnya, busi, platina, kondensor, van belt, saringan udara, saringan bensin, atau saringan solar pada mobil berbahan bakar diesel.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.astraworld.com/" target="_blank">Aspira</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pusat-mobil.net/jika-mesin-tak-kuat-saat-ac-dihidupkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo</title>
		<link>http://www.pusat-mobil.net/atasi-ac-mati-dengan-cairan-shampoo/</link>
		<comments>http://www.pusat-mobil.net/atasi-ac-mati-dengan-cairan-shampoo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 14:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ototips]]></category>
		<category><![CDATA[ac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pusat-mobil.net/?p=3857</guid>
		<description><![CDATA[Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.
Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/08/ac-mobil.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3858" title="ac mobil" src="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/08/ac-mobil-300x171.jpg" alt="ac mobil" width="300" height="171" /></a>Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.<span id="more-3857"></span></p>
<p>Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.</p>
<p>Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.</p>
<p>Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.</p>
<p>Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pusat-mobil.net/atasi-ac-mati-dengan-cairan-shampoo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Merawat AC Mobil</title>
		<link>http://www.pusat-mobil.net/tip-merawat-ac-mobil/</link>
		<comments>http://www.pusat-mobil.net/tip-merawat-ac-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 07:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ototips]]></category>
		<category><![CDATA[ac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pusat-mobil.com/?p=3181</guid>
		<description><![CDATA[Di daerah tropis seperti Indonesia, peranan penyejuk udara atau air conditioner/ AC sangat dibutuhkan demi kenyamanan. Selain di rumah, dalam perjalanan pun AC sangat didambakan, baik di mobil pribadi maupun angkutan umum.
AC, disadari atau tidak, menciptakan kelas tersendiri. Angkutan ber-AC dianggap lebih bagus dan lebih mahal ketimbang angkutan yang tak ber-AC. Demikian juga dengan mobil pribadi.
Namun, apa jadinya bila perangkat penyejuk itu ngadat atau tak berfungsi maksimal? Yang muncul adalah rasa kesal. Penumpang angkutan umum pasti uring-uringan karena merasa sudah membayar lebih mahal. Sedangkan, pengendara mobil pribadi tentu saja merasa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3182" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/05/ac-mobil.gif"><img class="size-medium wp-image-3182" title="ac-mobil" src="http://www.pusat-mobil.net/wp-content/uploads/2009/05/ac-mobil-300x211.gif" alt="AC mobil keluaran terbaru sudah dapat diatur temperaturnya." width="300" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">AC mobil keluaran terbaru sudah dapat diatur temperaturnya.</p></div>
<p>Di daerah tropis seperti Indonesia, peranan penyejuk udara atau air conditioner/ AC sangat dibutuhkan demi kenyamanan. Selain di rumah, dalam perjalanan pun AC sangat didambakan, baik di mobil pribadi maupun angkutan umum.</p>
<p>AC, disadari atau tidak, menciptakan kelas tersendiri. Angkutan ber-AC dianggap lebih bagus dan lebih mahal ketimbang angkutan yang tak ber-AC. Demikian juga dengan mobil pribadi.</p>
<p>Namun, apa jadinya bila perangkat penyejuk itu ngadat atau tak berfungsi maksimal? Yang muncul adalah rasa kesal. Penumpang angkutan umum pasti uring-uringan karena merasa sudah membayar lebih mahal. Sedangkan, pengendara mobil pribadi tentu saja merasa sangat tak nyaman karena sudah terbiasa menggunakan penyejuk udara. Apalagi, di jalanan nan padat atau macet. Panas mengurung, memaksa pengendara membuka kaca jendela dan hal itu berarti mempersilakan debu dan asap knalpot masuk ke dalam mobil. Benar-benar tak nyaman.</p>
<p>Keluhan yang sering dialami adalah tidak maksimalnya fungsi perangkat AC. Banyak yang mengeluh AC kurang dingin meskipun sudah diatur pada kondisi maksimum.<span id="more-3181"></span></p>
<p>Keluhan seperti ini sering muncul pada kendaraan keluaran lama. Namun, pemilik mobil baru pun ada juga yang tak puas dengan tingkat dingin AC. Dan jawaban yang paling umum adalah tambah freon.</p>
<p>Pada sejumlah mobil keluaran baru, posisi header knalpot kadang terlalu dekat dengan kabin dan pipa AC. Hal ini bisa menimbulkan hawa panas di ruang penumpang. Untuk kondisi semacam ini, solusinya bisa dengan header isulator atau pembungkus header yakni alat berbahan dasar aluminium yang berguna menutupi header knalpot. Di pasaran harganya sekitar Rp 250.000.</p>
<p>Cara tambahan untuk mengurangi hawa panas mesin masuk ke ruang kabin adalah dengan membungkus pipa AC dengan menggunakan pipa dari bahan spon. Tinggal sesuaikan dengan diameter pipa AC mobil Anda, lalu rekatkan dengan kabel ties biar melekat erat.</p>
<p><strong>Tip <a href="http://www.pusat-mobil.net/2009/01/18/merawat-ac-mobil-2/">Merawat AC</a></strong></p>
<p>Sebuah bengkel spesialis AC di Radio Dalam, Jakarta Selatan, AFU memberikan sejumlah tip merawat AC mobil.</p>
<ul>
<li>Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran, terutama dua lembar karpet di depan sebab akan tersedot ke dalam evaporator sehingga terjadi jamur dan spora yang sangat tidak baik bagi kesehatan dan menimbulkan bau tak sedap bila pertama kali AC dihidupkan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian kondensor AC (bentuknya mirip radiator, biasanya terletak di depan radiator). Kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pilihlah tempat parkir yang teduh jika memarkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama. Parkir di tempat panas membuat kabin cukup panas dan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu, beban pendinginan saat mobil berjalan pun akan ikut tinggi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Periksalah extra fan (kipas) yang terdapat di depan kondensor apakah hidup bila AC dinyalakan. Bila tidak segera diganti akan mengakibatkan kompresor rusak atau selang high press bisa meledak.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori evaporator. Nikotin akan lengket sehingga menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sebelum menghidupkan mesin, matikan AC terlebih dahulu. Nyalakan AC sesudah mesin stabil. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau matikan mesin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Bila Anda ingin menggunakan pengharum atau wewangian, carilah yang mutunya bagus. Beberapa jenis pengharum ruangan menimbulkan bau yang susah dibersihkan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Lakukan perawatan rutin AC, sebaiknya setahun sekali. Servis AC mobil, biasanya mengecek atau mengganti receiver dryer, oil compressor, blower, evaporator, kondensor dan freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi komponen AC, juga akan membuat udara yang berembus selalu segar.</li>
</ul>
<ul>
<li>Bila Anda tak sempat ke bengkel, merawat AC dapat dilakukan sendiri. Berikut bagian-bagian AC yang perlu diperhatikan dalam perawatan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Periksalah selang/hose, apakah ada kebocoran atau tidak. Kebocoran dapat mengakibatkan AC menjadi tidak dingin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Periksa apakah receiver/ dryer masih layak pakai atau harus diganti. Perhatikan indikatornya. Bila terjadi kerusakan dan tidak cepat diganti, lama kelamaan kerusakan akan merembet ke alat lain seperti expansion valve, kompresor, dan lain-lain.</li>
</ul>
<ul>
<li>Periksa juga apakah pelumasnya perlu ditambah. Bersihkan tempat sirkulasi udara panas berpindah (kondensor). Kotoran yang menumpuk di bagian ini dapat mengurangi udara dingin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Periksa, apakah gas dan freon kurang. Pengisian freon jangan berlebihan dan jangan kekurangan. Untuk pengisian ini, pergilah ke bengkel servis AC. [dari berbagai sumber/A-15 - www.suarapembaruan.com]</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pusat-mobil.net/tip-merawat-ac-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merawat AC Mobil</title>
		<link>http://www.pusat-mobil.net/merawat-ac-mobil-2/</link>
		<comments>http://www.pusat-mobil.net/merawat-ac-mobil-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 12:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ototips]]></category>
		<category><![CDATA[ac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pusat-mobil.com/?p=1994</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan air conditioner (AC) sebagai pendingin udara di mobil Anda sangatlah penting. Terlebih lagi ketika menghadapi suasana jalan yang panas terik dan macet. Tentu Anda akan sangat tersiksa jika mobil Anda tidak dilengkapi dengan AC.
Agar kondisi AC mobil Anda selalu baik dan dapat menjalankan fungsinya dengan lancar, dibutuhkan perawatan secara berkala. Sebab, jika tidak jangan harap umur AC bisa panjang.Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi komponen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu tersedia sesuai kebutuhan. Sehingga biaya service rutin dan suku cadang AC yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberadaan <em>air conditioner</em> (AC) sebagai pendingin udara di mobil Anda sangatlah penting. Terlebih lagi ketika menghadapi suasana jalan yang panas terik dan macet. Tentu Anda akan sangat tersiksa jika mobil Anda tidak dilengkapi dengan AC.</p>
<p>Agar kondisi AC mobil Anda selalu baik dan dapat menjalankan fungsinya dengan lancar, dibutuhkan perawatan secara berkala. Sebab, jika tidak jangan harap umur AC bisa panjang.<span id="more-1994"></span>Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi komponen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu tersedia sesuai kebutuhan. Sehingga biaya <em>service</em> rutin dan suku cadang AC yang melonjak dapat disiasati oleh pemilik mobil dengan melakukan perawatan ringan.</p>
<p>Tips berikut ini dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat.</p>
<p>Pertama, bersihkan kondensor AC secara berkala setiap dua minggu atau sebulan sekali. Jangan dibiarkan berdebu, karena bisa menyebabkan alat ini tidak bisa melepas panas dengan baik. Di samping itu, suhu kondensor yang terlalu panas akan menyebabkan jebol.</p>
<p>Selanjutnya, untuk membersihkan kondensor AC cukup siapkan selang air dan sikat kecil. Buka lebih dulu <em>gril</em> untuk memudahkan selang masuk ke celah antara kondensor AC dan radiator. Lalu semprot air dari sisi dalam kondensor sambil disikat agar kotoran yang lengket bisa langsung menyembur langsung keluar. Langkah ketiga, periksa kondisi sambungan pipa AC. Bila pada sambungan itu menunjukkan tanda basah oleh oli, pasti telah terjadi kebocoran. Bila terjadi kebocoran segera bawa ke bengkel AC terdekat agar tidak bertambah parah.</p>
<p>Kemudian jangan lupa untuk membersihkan <em>blower</em>. Hal itu untuk menjaga kebersihan <em>blower</em> dan saluran AC agar bertahan lebih lama. Perhatikan juga kondisi tombol pilihan aliran udara.</p>
<p>Sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan tombol <em>fresh</em> yang memanfaatkan udara dari luar. Sebab, hal itu akan menjadikan <em>blower</em> gampang kotor, sehingga udara dalam kabin menjadi ikut kotor.</p>
<p>Kelima, perhatikan juga tabung <em>receiver</em> secara teratur dengan cara amati mesin dan AC pada batas pendingin maksimum. Cermati gejala yang tampak pada kaca pengintai <em>receiver</em>.</p>
<p>Kekurangan dan kelebihan <em>refrigerant</em> atau <em>freon</em> bisa diketahui lewat kaca pengintai pada tabung <em>receiver</em>. Jika kelebihan maka pada kaca pengintip langsung terlihat terang begitu AC dimatikan.</p>
<p>Perhatian pada kaca pengintai juga berguna untuk mengecek apakah kerja AC normal dan benar. Tandanya bila AC dimatikan, maka pada kaca pengintai akan tampak <em>refrigerant</em> berbusa sebentar sebelum berubah terang. (YC/B-12)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pusat-mobil.net/merawat-ac-mobil-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

