Hindari Tabrakan, Patuhi Lampu Pengatur Lalu Lintas

rambuLampu pengatur lalu lintas ditempatkan di persimpangan jalan dan lokasi penyeberangan pejalan kaki untuk membantu mengendalikan arus kendaraan yang lewat. Tujuannya tentu saja agar lalu lintas menjadi teratur dan lancar. Meski telah ada lampu pengatur lalu lintas, pengendara-pengendara yang kurang disiplin selalu mencari celah untuk melanggar aturan sehingga merugikan dirinya sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kemacetan atau tabrakan seringkali tidak terhindarkan.

Sebagai pengendara yang baik, kita wajib mematuhi rambu lalu lintas agar tidak menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hindari menyerobot lampu lalu lintas ketika berwarna merah hanya karena Anda sedang terburu-buru atau demi mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Jika orang lain mempunyai pemikiran yang sama dengan Anda, kemungkinan besar tabrakan tidak terelakan.

Peralihan dari lampu kuning ke lampu merah sering dimanfaatkan pengendara untuk memacu kendaraan supaya lolos dari lampu merah. Kondisi ini dapat membahayakan karena bisa jadi dari arah lain pengendara-pengendara lainnya juga sudah bersiap menekan pedal gas menyambut lampu hijau menyala. Bisa Anda bayangkan kalau dari sisi jalan yang berbeda ada dua arus kendaraan yang berjalan, tentunya tabrakan sangat mungkin terjadi.

Kunci dari tertibnya lalu lintas adalah disiplin dari setiap pengguna jalan terutama para pengendara. Jika semua pengendara mematuhi rambu lalu lintas dan peraturan yang berlaku di jalan, tentunya kondisi jalan akan lebih tertib dan menyenangkan bagi semua.

Sumber: Aspira

One thought on “Hindari Tabrakan, Patuhi Lampu Pengatur Lalu Lintas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *