Bijak merawat transmisi matik

Sebentar lagi musim hujan akan datang. Banjir jadi tamu rutin di Jakarta. Para pengguna mobil bertransmisi otomatik pantas waspada dengan genangan air yang jelas bisa membuat kendaraan mogok.

Menurut para teknisi di AstraWorld, ada langkah dan hal yang sejak dini harus diperhatikan para pengguna kendaraan matik yang tentu butuh perlakuan beda dengan mobil bertransmisi manual.

Untuk perlakuan standar sesuaikan pelumas yang digunakan dengan spesifikasi yang disyaratkan pabrikan kendaraan tersebut. Biasanya kemasan pelumas khusus transmisi ditandai dengan tulisan ATF (automatic transmission fluid).

Periksa secara rutin tabung penyimpanan oli transmisi otomatik, tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan dengan melihat tanda minimal dan maksimal.

Bila kekurangan oli, transmisi akan kurang terlumasi dengan baik, sehingga timbul gesekan yang bisa menyebabkan kerusakan. Apabila kelebihan, biasanya akan timbul efek mobil akan terasa berat dalam berakselerasi.

Perhatikan dengan serius jadwal penggantian oli, dan harus sesuai dengan buku petunjuk. Biasanya penggantian oli dilakukan setiap 40.000 km, tetapi ada juga pada 20.000 km-30.000 km.

Meski sudah teratur merawat transmisi matik, tetap saja sebagian pengguna kendaraan tanpa pedal kopling ini khawatir saat melintasi genangan air yang acap kali membuat gigi transmisi kendaraan mengunci.

Bagi pengguna mobil bertransmisi manual cukup mudah melepas kuncian tersebut dengan memaksanya terlepas dengan sedikit sentakan gas. Nah, bagaimana dengan mobil matik?

Kekhawatiran itu ada benarnya. Kendati demikian, kita tetap dapat berkendara dengan mobil matik pada musim hujan. Sama seperti berkendara dengan transmisi manual, usahakan jangan sampai air masuk ke mesin.

RPM tinggi

Air mungkin saja masuk melalui saringan udara dan knalpot. Untuk mencegah ini, usahakan RPM tetap tinggi dan memosisikan transmisi di L atau 2.

Usahakan pula agar air tidak sampai menyelinap ke transmisi. Air yang masuk dapat tercampur dengan oli dan merusak transmisi matik. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli pada transmisi matik juga berfungsi sebagai penghantar tenaga.

Kualitas dan kuantitas oli pada transmisi matik harus mendapat perhatian ekstra agar kinerja transmisi tetap terjaga.

Apabila mobil sempat terendam air, atau melewati jalan yang banjir, bergegaslah untuk memeriksa kualitas oli transmisi. Buka deep stick, dan lihat apakah oli mengalami perubahan warna.

Jika warna oli transmisi sudah seperti susu, tandanya ada air yang masuk ke transmisi. Kalau sudah demikian, sebaiknya jangan teruskan untuk menghidupkan mesin apalagi menjalankan mobil matik Anda. Segera minta bantuan supaya mobil Anda dibawa ke bengkel resmi.

Menyerahkan kendaraan ke bengkel resmi menjadi jalan aman mengingat perawatan transmisi otomatis lebih sulit dibandingkan dengan manual, dan tidak semua bengkel bisa menanganinya.

Jadi, untuk lebih jelasnya lebih baik periksa langsung pada bengkel khusus yang menangani transmisi otomatis atau bengkel resmi ATPM. Memang lebih mahal dibandingkan dengan bengkel umum, tetapi lebih aman dan terjamin. (algooth.putranto@bisnis.co.id)

Algooth Putranto

Sumber: Bisnis Indonesia

One thought on “Bijak merawat transmisi matik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *