Home » Ototips

Rutin Dirawat Radiator Bebas Karat

Friday, 29 January 2010 - 14:20 196 views No Comment

RADIATOR merupakan salah satu komponen penting pada mesin kendaraan. Karena perangkat inilah yang bertugas menjaga suhu mesin tetap berada pada temperatur kerja ideal. Radiator umumnya kini terbuat dari material aluminium. Selain bobot yang lebih ringan, aluminium memiliki sifat menyerap dan melepaskan panas lebih cepat dibanding tembaga.

Walaupun terbuat dari aluminium, radiator tak lepas dari ancaman korosi yang menyebabkan kebocoran. Untuk mencegah hal itu, radiator perlu diperhatikan dengan menjaga level air pendingin (coolant) di tabung reservoir tetap berada pada batas normal (diantara garis Full dan Low).

Untuk mencegah terjadinya korosi, hindari menambah air radiator dengan air sumur/air tanah. Pasalnya, air sumur mengandung berbagai unsur mineral yang bersifat korosif jika terkena logam, termasuk aluminium. Gunakanlah air suling atau air murni (H2O)/ air aki dalam botol berwarna biru atau dengan radiator coolant.

Setelah kendaraan dijalankan selama setahun, periksalah kondisi air dengan membuka tutup radiator. Kuraslah jika sekiranya warna coolant telah berubah (umumnya radiator coolant berwarna hijau cerah jernih kekuningan dan merah jernih. Lakukan pada saat mesin dingin.

Untuk proses pengurasan yang sempurna, gunakanlah cairan pembilas radiator (radiator flush yang banyak dijual di pasar swalayan dan toko asesoris).

Bukalah tutup radiator dilanjutkan dengan membuka baut lubang penguras yang berada di bagian bawah radiator. Kemudian ambil selang air dan masukkan ke lubang tutup radiator hingga air yang keluar dari lubang pengurasan nampak jernih.

Setelah itu hidupkan mesin agar air bersirkulasi dalam mesin agar kotoran dan serpihan yang berada dalam sistem pendinginan terbawa keluar lewat lubang pengurasan. Setelah air kembali jernih, matikan mesin kemudian hentikan pasokan air dan tutuplah lubang pengurasan.

Sebelum menambahkan radiator flush, bacalah petunjuknya dengan seksama baru kemudian lakukan sesuai anjuran. Umumnya pada kemasan produk menganjurkan untuk menghidupkan mesin beberapa saat setelah cairan tercampur dalam radiator.

Setelah mencapai waktu yang ditentukan, matikan mesin dan lakukan lagi proses pengurasan seperti pada langkah pertama dan ketika air pembilasan telah jernih, matikan mesin dan hentikan pasokan air tanpa harus menutup lubang pengurasan. Setelah radiator kering, tutuplah lubang pengurasan dengan sempurna dan siapkan air suling dan radiator coolant.

Sebelum melanjutkan kegiatan, jangan lupa membaca petunjuk pada kemasan radiator coolant. Pasalnya, beberapa produk ada yang diformulasikan tanpa harus mencampurnya dengan air suling lagi, sehingga lebih praktis. Bila harus dicampurkan biasanya dengan perbandingan 50:50.

Setelah coolant dituangkan ke dalam radiator hingga penuh, nyalakan mesin dan naikkan rpm perlahan agar air dalam radiator bersirkulasi. Tambahkan coolant bila air menyusut. Proses ini berguna untuk mengusir adanya gelembung udara yang terjebak dalam sistem.

Ketika air dalam radiator tidak lagi menyusut saat putaran mesin dinaikkan, matikan mesin dan intip kembali lubang radiator apakah terjadi penyusutan air dan tambahkan jika benar.

Sebelum Anda menutupnya, periksa tutup radiator. Jika terdapat kerusakan, gantilah dengan yang sesuai. Pasalnya tutup radiator tidak hanya berfungsi sebagai penutup.

Ia memiliki dua buah katup yang berfungsi untuk mengalirkan air dari radiator ke tabung reservoir pada saat panas dan menghisap air dari reservoir ketika dingin dan terjadi kevakuman pada radiator.

Proses ini, selain untuk menjaga tekanan air pada radiator tetap stabil, juga berguna membuang gelembung-gelembung udara yang terjebak dalam sistem. Oleh karena itu setelah proses pengurasan selesai, hidupkan mesin hingga jarum indikator temperatur mesin mencapai kondisi ideal. Selamat mencoba.

Sumber: mediaoto.co.id

Kirim ke Teman Cetak Artikel Ini
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

INFO TERKAIT

  • Hati-Hati Memilih Radiator Coolant
    [ Tuesday, 5 Aug 2008 - 12 : 44 | 0 comments | 1171 views ]
    Disinyalir, pakai cairan radiator coolant bisa bikin mesin lebih adem. Akan tetapi, beberapa kejadian malah sebaliknya. Seperti beberapa pertanyaan masuk...
  • Radiator Karimun
    [ Tuesday, 21 Oct 2008 - 16 : 12 | 0 comments | 468 views ]
    Seorang rekan pemilik mobil Suzuki Karimun buatan tahun 2001 mengkhawatirkan kondisi radiator mobilnya. Setiap saat air radiatornya menetes, padahal mobilnya...
  • Memeriksa Ketinggian Oli Mesin
    [ Saturday, 7 Mar 2009 - 18 : 39 | 0 comments | 533 views ]
    engine-oil Sebagai darah kendaraan, oli kendaraan memegang peranan penting bagi kinerja dan kewaetan mesin, di samping penggantian oli mesin dengan teratur,...
  • Periksa Fluida mobil anda
    [ Friday, 13 Mar 2009 - 11 : 13 | 0 comments | 955 views ]
    fluida Fluida kata kerennya, artinya cairan. Seperti manusia, mobilpun mempunyai komponen yang berupa cairan, seperti oli mesin, minyak rem, radiator coolant...
  • Sistem Pendingin Mesin
    [ Tuesday, 21 Apr 2009 - 14 : 31 | 0 comments | 2149 views ]
    pendingin-mesin Sistem pendingin mesin sudah diisi di pabrik dengan cairan pendingin berkualitas tinggi yang akan bekerja terus-menerus. Air radiator berkualitas tinggi...




Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
pengabaian Kontera -->